Penyebab Sulit Makan

PENYEBAB UTAMA KESULITAN MAKAN

Penyebab kesulitan makanan itu sangatlah banyak. Semua gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit bisa berupa adanya kelainan fisik, maupun psikis dapat dianggap sebagai penyebab kesulitan makan pada anak. Kelainan fisik dapat berupa kelainan organ bawaan atau infeksi bawaan sejak lahir dan infeksi didapat dalam usia anak.

Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan dalam 3 faktor, diantaranya adalah hilang nafsu makan, gangguan proses makan di mulut dan pengaruh psikologis. Beberapa faktor tersebut dapat berdiri sendiri tetapi sering kali terjadi lebih dari 1 faktor. Penyebab paling sering adalah hilangnya nafsu makan, diikuti gangguan proses makan. Sedangkan faktor psikologis yang dulu dianggap sebagai penyebab utama, mungkin saat mulai ditinggalkan atau sangat jarang.

Pengaruh hilang atau berkurangnya nafsu makan tampaknya merupakan penyebab utama masalah kesulitan makan pada anak. Pengaruh nafsu makan ini bisa mulai dari yang ringan (berkurang nafsu makan) hingga berat (tidak ada nafsu makan). Tampilan gangguan yang ringan berupa minum susu botol sering sisa, waktu minum ASI berkurang (sebelumnya 20 menit menjadi 10 menit), makan sering sisa atau hanya sedikit atau mengeluarkan dan menyembur-nyemburkan makanan di mulut. Sedangkan gangguan yang lebih berat tampak anak menutup rapat mulutnya atau tidak mau makan dan minum sama sekali. Berkurang atau hilangnya nafsu makan ini sering diakibatkan karena gangguan fungsi saluran cerna.

Gangguan fungsi pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan. Tanda dan gejala yang menunjukkan adanya gangguan tersebut adalah perut kembung, sering “cegukan”, sering buang angin, sering muntah atau seperti hendak muntah bila disuapin makan. Gampang timbul muntah terutama bila menangis, berteriak, tertawa, berlari atau bila marah. Sering nyeri perut sesasaat, bersifat hilang timbul. Sulit buang air besar (bila buang air besar ”ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing) atau cair disertai bentuk seperti biji lombok, pernah ada riwayat berak darah. Gangguan tidur malam : malam rewel, kolik, tiba-tiba mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau

Gangguan saluran cerna biasanya disertai kulit yang sensitif. Sering timbul bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya. Saat bayi sering timbul gangguan kulit di pipi, sekitar mulut, sekitar daerah popok dan sebagainya.

Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa karena sering terjadi pada banyak anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang sangat mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

GANGGUAN PROSES MAKAN ATAU GANGGUAN ORAL MOTOR

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor tersebut seringkali berupa gangguan mengunyah makanan.

Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun, tidak bisa makan daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Bila anak sedang muntah dan akan terlihat tumpahannya terdapat bentukan nasi yang masih utuh. Hal ini menunjukkan bahwa proses mengunyah nasi tersebut tidak sempurna. Tetapi kemampuan untuk makan bahan makanan yang keras seperti krupuk atau biskuit tidak terganggu, karena hanya memerlukan beberapa kunyahan. Gangguan koordinasi motorik mulut ini juga mengakibatkani kejadian tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja.

Kelainan lain yang berkaitan dengan koordinasi motorik mulut adalah keterlambatan bicara dan gangguan bicara (cedal, gagap, bicara terlalu cepat sehingga sulit dimengerti). Gangguan motorik proses makan ini biasanya disertai oleh gangguan keseimbangan dan motorik kasar lainnya seperti tidak mengalami proses perkembangan normal duduk, merangkak dan berdiri. Sehingga terlambat bolak-balik (normal usia 4 bulan), terlambat duduk merangkak (normal 6-8 bulan) atau tidak merangkak tetapi langsung berjalan, keterlambatan kemampuan mengayuh sepeda (normal usia 2,5 tahun), jalan jinjit, duduk bersimpuh leter “W”. Bila berjalan selalu cepat, terburu-buru seperti berlari, sering jatuh atau menabrak, sehingga sering terlambat berjalan. Ciri lainnya biasanya disertai gejala anak tidak bisa diam, mulai dari overaktif hingga hiperaktif. Mudah marah serta sulit berkonsentrasi, gampang bosan dan selalu terburu-buru.

Gangguan saluran pencernaan tampaknya merupakan faktor penyebab terpenting dalam gangguan proses makan di mulut. Hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan teori ”Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut.

Kelainan bawaan adalah gangguan fungsi organ tubuh atau kelainan anatomis organ tubuh yang terjadi sejak pembentukan organ dalam kehamilan.Diantaranya adalah kelainan mulut, tenggorok, dan esofagus: sumbing, lidah besar, tenggorok terbelah, fistula trakeoesofagus, atresia esofagus, Laringomalasia, trakeomalasia, kista laring, tumor, tidak ada lubang hidung, serebral palsi, kelainan paru, jantung, ginjal dan organ lainnya sejak lahir atau sejak dalam kandungan.

Bila fungsi otak tersebut terganggu maka kemampuan motorik untuk makan akan terpengaruh. Gangguan fungsi otak tersebut dapat berupa infeksi, kelainan bawaan atau gangguan lainnya seperti serebral palsi, miastenia gravis, poliomielitis.. Bila kelainan susunan saraf pusat ini terjadi karena kelainan bawaan sejak lahir biasanya disertai dengan gangguan motorik atau gangguan perilaku dan perkembangan lainnya.

GANGGUAN PSIKOLOGIS

Gangguan psikologis dahulu dianggap sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak. Tampaknya hal ini terjadi karena dahulu kalau kita kesulitan dalam menemukan penyebab kesulitan makan pada anak maka gangguan psikologis dianggap sebagai diagnosis keranjang sampah untuk mencari penyebab kesulitan makan pada anak. Untuk memastikan gangguan psikologis sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak harus dipastikan tidak adanya kelainan organik pada anak. Kemungkinan lain yang sering terjadi, gangguan psikologis memperberat masalah kesulitan makan yang memang sudah terjadi sebelumnya.

Gangguan pskologis bisa dianggap sebagai penyebab bila kesulitan makan itu waktunya bersamaan dengan masalah psikologis yang dihadapi. Bila faktor psikologis tersebut membaik maka gangguan kesulitan makanpun akan membaik. Untuk memastikannya kadang sulit, karena dibutuhkan pengamatan yang cermat dari dekat dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Karenanya hal tersebut hanya mungkin dilakukan oleh orang tua bekerjasama dengan psikater atau psikolog.

Pakar psikologis menyebutkan sebab meliputi gangguan sikap negatifisme, menarik perhatian, ketidak bahagian atau perasaan lain pada anak, kebiasaan rewel pada anak digunakan sebagai upaya untuk mendapatkan yang sangat diinginkannya, sedang tertarik permainan atau benda lainya, meniru pola makan orang tua atau saudaranya reaksi anak yang manja.

Beberapa aspek psikologis dalam hubungan keluarga, baik antara anak dengan orang tua, antara ayah dan ibu atau hubungan antara anggota keluarga lainnya dapat mempengaruhi kondisi psikologis anak. Misalnya bila hubungan antara orang tua yang tidak harmonis, hubungan antara anggota keluarga lainnya tidak baik atau suasana keluarga yang penuh pertentangan, permusuhan atau emosi yang tinggi akan mengakibatkan anak mengalami ketakutan, kecemasan, tidak bahagia, sedih atau depresi. Hal itu mengakibatkan anak tidak aman dan nyaman sehingga bisa membuat anak menarik diri dari kegiatan atau lingkungan keluarga termasuk aktifitas makannya

Sikap orang tua dalam hubungannya dengan anak sangat menentukan untuk terjadinya gangguan psikologis yang dapat mengakibatkan gangguan makan. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah : perlindungan dan perhatian berlebihan pada anak, orang tua yang pemarah, stress dan tegang terus menerus, kurangnya kasih sayang baik secara kualitas dan kuantitas, urangnya pengertian dan pemahaman orang tua terhadap kondisi psikologis anak, hubungan antara orang tua yang tidak harmonis, sering ada pertengkaran dan permusuhan.

Penyebab dan Faktor Predisposisi Anoreksia Nervosa

Penyebab dan Faktor Predisposisi Anoreksia Nervosa Audi Yudhasmara, Widodo Judarwanto Anorexia nervosa (AN) adalah gangguan makan yang berpotensi mengancam jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mempertahankan berat badan minimal yang normal, ketakutan yang berlebihan akan kenaikan berat badan, kebiasaan diet tanpa henti yang mencegah kenaikan berat badan, dan gangguan pada cara menurunkan berat badan yang… Read More Penyebab dan Faktor Predisposisi Anoreksia Nervosa

Patofisiologi dan Penyebab Gagal Tumbuh Pada Anak

Patofisiologi dan Penyebab Gagal Tumbuh Pada Anak Gagal Tumbuh adalah gangguan dalam pola pertumbuhan normal, biasanya terlihat pada anak-anak kecil. Sementara banyak standar antropometrik telah digunakan untuk mendefinisikan “pertumbuhan,” (BMI, berat, atau skor z berat-untuk-tinggi), secara serial membandingkan seorang anak dengan kurva pertumbuhan standar yang tepat sekarang umum digunakan. Sering memperburuk efek infeksi kronis, Gagal… Read More Patofisiologi dan Penyebab Gagal Tumbuh Pada Anak

8 Penyebab Gagal Tumbuh

Sebagian besar anak terus bertambah berat dan tumbuh cepat dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Tetapi dalam beberapa kasus, anak-anak tidak memenuhi standar pertumbuhan yang diharapkan ini. Ketika ini terjadi, itu disebut “gagal tumbuh.” Dokter mengatakan anak-anak “gagal tumbuh” ketika mereka tidak menambah berat badan seperti yang diharapkan. Seringkali, anak-anak ini juga memiliki pertumbuhan linear (tinggi) yang… Read More 8 Penyebab Gagal Tumbuh

10 Penyebab Gangguan Pertumbuhan dan Gangguan Berat Badan Pada Anak

10 Penyebab Gangguan Pertumbuhan dan Gangguan Berat Badan Pada Anak Alasan paling umum yang menyebabkan lebih dari 90 persen dari kasus-kasus ini adalah asupan kalori yang tidak memadai. Ini dapat terjadi ketika seorang anak tidak tertarik makan karena berbagai alasan, atau ketika ada kurangnya pemahaman oleh orang tua mengenai kebutuhan kalori anak tersebut. Ini terjadi… Read More 10 Penyebab Gangguan Pertumbuhan dan Gangguan Berat Badan Pada Anak

Unexplained Weight Loss, Penurunan Berat badan Yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Unexplained Weight Loss, Penurunan Berat badan Yang Tidak Diketahui Penyebabnya Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, atau kehilangan berat badan tidak diketahui penyebabnya – terutama jika itu signifikan atau persisten – mungkin merupakan tanda gangguan medis yang mendasarinya. Titik di mana penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan menjadi masalah medis tidak tepat. Tetapi… Read More Unexplained Weight Loss, Penurunan Berat badan Yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Mendiagnosis Gangguan Fungsional Saluran Cerna Sebagai Penyebab Sulit Makan

Mendiagnosis Gangguan Fungsional Saluran Cerna Sebagai Penyebab Sulit Makan Dr Widodo judarwanto, pediatrician Gangguan fungsi saluran cerna dianggap sebagai penyebab utama gangguan sulit makan pada anak. Gangguan ini seringkali dianggap normal dan untuk mendiagnosis harus dengan melakukan ekslusi penyakit lainnya. Terdapat banyak pemeriksaan yang rumit, invasif dan mahal untuk melakukan kriteris ekslusi. Gangguan fungsi saluran… Read More Mendiagnosis Gangguan Fungsional Saluran Cerna Sebagai Penyebab Sulit Makan

Kisah Balita 4 Tahun : Berat Sulit Naik, Sulit Makan dan Overdiagnosis TBC. Ternyata Hanya Alami Gangguan Fungsi Saluran Cerna Sebagai Penyebab Utama Gangguan Itu

El, seorang balita lincah yang berusia 4 tahun belakangan ini sulit sekali makan. dan kurus sekali Sudah lama beratnya tidak beranjak dari 9 kilogram. Untuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya harus dengan penuh perjuangan. Kejadian inilah yang membuat orang tua sangat cemas. Akhirnyajalan pintas yang dilakukan adalah dengan paksaan dan memarahi. Sudah beberapa dokter ahli… Read More Kisah Balita 4 Tahun : Berat Sulit Naik, Sulit Makan dan Overdiagnosis TBC. Ternyata Hanya Alami Gangguan Fungsi Saluran Cerna Sebagai Penyebab Utama Gangguan Itu

SELAMA INI DIANGGAP NORMAL, TERNYATA GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA YANG MERUPAKAN PENYEBAB SULIT MAKAN

SELAMA INI DIANGGAP NORMAL, TERNYATA GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA YANG MERUPAKAN PENYEBAB SULIT MAKAN    “Seorang ibu, jadi bingung ketika seorang dokter anak mengatakan penyebab sulit makan anaknya karena gangguan fungsi saluran cerna. Tetapi, dokter anak lainnya mengatakan bahwa saluran cernanya baik-baik saja. Dan, si ibu juga merasa bahwa saat ini anak tidak pernah masalah… Read More SELAMA INI DIANGGAP NORMAL, TERNYATA GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA YANG MERUPAKAN PENYEBAB SULIT MAKAN

GERD, Mual dan Muntah Penyebab Utama Gangguan Makan Pada Anak

GERD, Mual dan Muntah Penyebab Utama Gangguan Makan Pada Anak Mual dan muntah atau gangguan fungsi saluran cerna dianggap sebagai penyebab utama gangguan sulit makan pada bayi. Gangguan ini seringkali dianggap normal dan untuk mendiagnosis harus dengan melakukan ekslusi penyakit lainnya. Terdapat banyak pemeriksaan yang rumit, invasif dan mahal untuk melakukan kriteris ekslusi. Gangguan fungsi… Read More

1555631628940-10.jpg