Perkembangan Pemberian Makan Normal Pada Anak

Spread the love

Perkembangan Pemberian Makan Normal Pada Anak

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

  • Saat lahir, bayi cukup bulan menunjukkan refleks menghisap, menelan, dan muntah yang memungkinkan mereka untuk segera menyusu. Mereka mampu mengoordinasikan menghisap-menelan-bernapas selama menyusui atau menyusui dengan botol. Menyusui sangat otomatis dan refleksif selama tahap itu. Pada usia 4 bulan, mengisap-menelan menjadi lebih sukarela. Asupan cairan dari cangkir bisa dimulai pada usia tersebut. Antara usia 12 dan 18 bulan, seorang anak mungkin masih mengandalkan menggigit tepi cangkir untuk menstabilkan rahang, tetapi pada usia 15 bulan kebanyakan bayi dapat minum dari cangkir tanpa bantuan
  • Makanan padat, biasanya dalam bentuk bubur, biasanya diperkenalkan antara usia 4 dan 6 bulan. Pada usia ini, bayi dapat membuka mulutnya untuk mengambil sendok, menggunakan lidahnya untuk memindahkan bolus makanan ke bagian belakang mulut untuk menelannya, dan menyimpan makanan di dalam mulutnya. Fungsi oral berkembang menjadi pola gigitan dan pelepasan pada usia 5 hingga 6 bulan. Pada usia 7 bulan, mereka dapat menutup bibir pada sendok dan menggunakan bibir atas untuk membersihkan sendok, dan sebagian besar dapat mengeluarkan makanan dari sendok dengan bibir pada usia 12 bulan. Menggigit terus menerus dan awal mengunyah berputar biasanya terlihat pada usia 9 sampai 12 bulan. Jika semuanya berjalan dengan baik, seorang anak akan berkembang dengan tekstur makanan dari pure ke tanah atau tumbuk dan kemudian makanan meja cincang. Pada usia 7 hingga 8 bulan, sebagian besar bayi dapat menggenggam makanan dengan tangan mereka dan mulai makan sendiri.
  • Meskipun sebagian besar bayi dapat memegang makanan di tangan mereka dan mulai mencoba memegang sendok pada usia 8 bulan, sebagian besar bayi dapat makan sendiri dengan sendok tanpa banyak tumpah pada usia 19 hingga 24 bulan. Antara 8 dan 12 bulan, anak-anak dapat menggigit makanan yang lebih renyah saat giginya erupsi, dan pada usia 15 bulan sebagian besar anak memiliki kemampuan untuk mengunyah makanan. Saat mengunyah terus matang, sebagian besar menunjukkan minat pada berbagai macam tekstur tanpa tersedak. Mereka yang menawarkan tekstur yang lebih padat pada usia 6 bulan memiliki keterampilan mengunyah yang lebih baik pada usia 12 bulan.1Selain itu, mereka lebih menerima , dan mampu mengunyah secara memadai, sebagian besar makanan meja pada usia 2 tahun. Tampaknya ada periode kritis ketika bayi paling mudah menerima tekstur makanan yang berbeda. Bayi yang diperkenalkan dengan makanan kental setelah usia 9 bulan telah diamati menunjukkan pola yang sangat selektif dan menunjukkan lebih banyak masalah makan pada usia 7 tahun.
  • Tidak hanya sistem motorik-oral yang progresif dan kritis, tetapi juga Perkembangan sensorik juga mengikuti tonggak temporal yang sangat spesifik. Tingkat kesukaan atau ketidaksukaan rasa makanan ditentukan oleh faktor bawaan, intervensi nutrisi, dan pembelajaran. Bayi terpapar pada berbagai rasa makanan yang dikonsumsi ibu mereka melalui cairan ketuban, dan jika mereka disusui, melalui ASI. Paparan ini mempengaruhi preferensi rasa mereka segera setelah lahir dan saat disapih. Pengalaman sensorik yang bervariasi dengan rasa makanan ini membantu menjelaskan mengapa bayi yang disusui lebih bersedia untuk mencoba makanan baru. Pada anak-anak yang tidak disusui dengan alergi makanan, formula hipoalergenik diperlukan, dan data menunjukkan bahwa bayi di bawah 2 bulan memiliki keinginan untuk minum susu formula hidrolisat protein pahit dan asam, sedangkan bayi berusia 7 hingga 8 bulan menolaknya.
  • Pengalaman dengan rasa formula memengaruhi preferensi mereka terhadap kualitas rasa makanan di kemudian hari selama penyapihan.  Bayi yang diberi susu formula hidrolisat protein, yang biasanya pahit dan asam, lebih menyukai sereal yang gurih, pahit, dan asam daripada mereka yang diberi susu formula berbasis susu sapi utuh. Preferensi rasa ini bisa muncul bahkan pada usia 11,5 tahun.

Материалы по теме:

PENGARUH DIET IBU BAGI BAYI DENGAN RIWAYAT ALERGI
Seorang ibu cemas karena Sandika, putra pertama berumur 1 bulan sering rewel, muntah, sering ngeden, napas grok-grok, kulitnya bruntusan dan banyak gejala lainnya. Bebrgai ...
Definisi Gangguan Makan atau Kesulitan Makan
Definisi Gangguan Makan atau Kesulitan Makan Makan adalah interaksi antara anak dan pengasuh, dan kesulitan makan adalah istilah umum yang mencakup semua masalah makan, terlepas ...
Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Tersering
Bulimia Nervosa, Gangguan Makan Tersering Sandiaz Yudhasmara
BACA  2 Faktor Utama Penyebab Makanan Pada Anak
Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan kecenderungan untuk memuntahkan kembali makanan yang telah dimakannya. Bulimia ...
Apa yang Dapat Anda Lakukan Jika Anak Anda Menolak Makan Apa Pun?
Apa yang Dapat Anda Lakukan Jika Anak Anda Menolak Makan Apa Pun? Gangguan makan dapat berkembang pada anak-anak. Salah satu jenis langka yang dapat memengaruhi ...
Penanganan Terkini, Faktor Penyebab dan Penyerta Kesulitan Makan Pada Anak
  Penanganan Terkini, Faktor Penyebab dan Penyerta Kesulitan Makan Pada Anak Sandiaz Yudhasmara   Latar Belakang Proses pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *