KONSULTASI KESEHATAN: Anakku Makan Banyak Tapi Berat Badan Sulit Naik

Dok, anak saya perempuan berusia 3 tahun. Saat ini BBnya hanya 11,5 kg. Sejak usia 1 tahun BBnya sulit sekali naik. Kalaupun naik hanya sedikit tetapi begitu sakit turunnya banyak. Anak saya makannya banyak tapi mengapa BBnya sulit naik.

Anak saya pernah divonis TB Paru atau “flek paru”, saat berusia 8 bulan karena BBnya sulit naik, tetapi sudah diobati obat TB selama 2 tahun tidak ada perbaikan BB.

Sekedar informasi dulu papanya menurut cerita orangtua waktu kecil ceritanya juga sama dok. Papanya kurus dan BBnya sulit naik tetapi setelah usia 20 tahun baru bisa gemuk. Apakah ada kautannya dok ?

Kasus seperti anak ibu kita seringkali kita temui dalam praktek sehari hari. Banyak faktor penyebab dan faktor resiko mengapa anak BBnya sulit naik. Faktor utama yang seringkali ditemui adalah faktor genetik dan masalah asupan makanan yang tidak adekuat. Faktor lain sangat jarang terjadi atau kasusnya hanya sekitar 3% seperti faktor penyebab infeksi TB paru, ISK, keganasan (kanker), kelainan bawaan jantung, ginjal , dan faktor lainnya.

Faktor genetik adalah faktor yang utama. Sekitar 20% kelompok anak tertentu memiliki genetik saat usia tertentu memang sulit optimal saatnusia tertentu. Kelompok anak ini biasanya BBnya bisa normal tetapi untuk ideal atau gemuk usia tertentu agak sulit. Penelitian awal yang kami lakukan sekitar 80%-90% dilakukan intervensi ataupun tidak bisa gemuk sendiri secara alamiah dengan variasi yang berbeda. Terdapat anak yang bisa gemuk saat usia SD, SMP atau bahkan setelah menikah baru gemuk. Tetapi sekitar 10% hingga usia dewasapun tetap BBnya tidak bisa gemuk. Biasanya kelompok anak tersebut diturunkan secara genetik dari salah satu orangtua atau kakek neneknya m3mpunyai riwayat problem kenaikkan BB yang sama dengan anak. Biasanya diturunkan dengan karakteristik fenotip atau wajah atau golongan darah yang sama dengan anak. Karakteristik kelompok ini bisa dilakukan deteksi dini saat usia 1-3 bulan. Saat usia tersebut idealnya kenaikan BBnya setiap bulan 1 kg tetapi hanya 800 gram. Bila ada hal tersebut harus diwaspadai setelah usia 6 bulan sering mengalami gangguan kenaikkan BB

Gangguan kenaikkan BB yang utama lainnya adalah asupan makan dan minum tidak adekuat atau tidak optimal. Seringkali asupan makan tidak optimal tetapi tidak terdeteksi atau dianggap normal. Hal ini bisa dikenali dengan tanda

  1. Anak makan tidak konsisten kadang banyak kadang sedikit. Saat makan sedikit tidak pernah dianggap, yang dilihat hahya saat makan banyak. Penampilan itu juga bisa dilihat ketika anak tidak konsisten misal makan pagi lebih susah dibandingkan malam. Demikian juga dalam setiap harinya seringkali berbeda saat minggu ini makan mau atau banyak tetapi minggu berikutnya mulai makan agak lama dan susah harus dibujuk.
  2. Hal lain yang bisa dilihat ketika orangtua menganggap makan habis satu mangkuk, tetapi tidak pernah dihitung berapa banyak 1 mangkuk trsebut jumlahnya. Misalnya usia 9 bulan seharusnya total jumlah 1 mangkuk sekali makan seharusnya 9 sendok makan dewasa, tetapi anak hanya bisa makan 7-9 sendok kecil bayi.
  3. Demkian uuga minum susuyang seharusnya usia 6-9 bulan anak lain bisa menghabiskan susu sekitar 120 cc, tetapi anaknya hanya bisa minum susu 75-90 cc

Saat 3 hal itu tidak diperhatikan maka orangtua menganggap anaknya selalu makan banyak. Hal inilah yang sering mengecoh orangtua dan dokter dianggap makannya banyak tetapi anaknya BBnya sulit naik. Padahal jumlah makannya tidak adekuat dan tidak konsisten.

Penanganan terbaik gangguan kenaikkan BB adalah menentukan penyebabnya. Penyebab utama adalah problem makan tidak adekuat biasanya tampilannya kuantitas atau jumlah makan tidak konsisten dan pilih pilih makan karena mengunyahndan menaln terganggu sehingga anak hanya bisa makan yang krispi dan lembut seperti krupuk, biskuit. Anak hanya bisa makan yang lebut seperti mi lebih mudah dibandingkan nasi, jagung lebih mudah dibandingkan nasi, ayam lebih mudah dibandingkah daging sapi empal. Makan daging sapi harus digiling halus sekali. Anak juga menolak makan yang berserat dan lengket seperti sayur tertentu, daging emlal, atau bubur yang lengket.

Gangguan problem makan pada anak sangat banyak tetapi yang paling sering karena gangguan saluran cerna atau hipersensitif saluran cerna.

TANDA DAN GEJALA GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA PADA ANAK DAN BAYI YANG HARUS DIWASPADAI SEBAGI PENYEBAB SULIT MAKAN

PADA USIA BAYI

  1. Sering muntah/kembung, sering “cegukan”, sering buang angin, sering “ngeden /mulet”, REWEL / GELISAH/COLIC terutama malam hari),
  2. BAB sering atau BAB tidak tiap hari sering sulit atau “ngeden”.
  3. Warna feses Hijau atau Hitam. Bibir kering, warna hitam atau lidah putih dan sering ngiler berlebihan (drooling).
  4. Perut rata atau cekung.
  5. Sejak lahir berat badan tidak pernah optimal atau berat badan kurang setelah umur 4-6 bulan.

PADA ANAK LEBIH BESAR :

  1. Sering buang air besar (> 3 kali perhari) atau
  2. susah buang air besar ( ngeden, tidak BAB setiap hari, feses keras hitam atau hijau tua,kecil hitam spt ”tahi” kambing, BERBAU, berak berdarah
  3. Lidah sering kotor (berpulau-pulau), timbul putih, SARIAWAN, BIBIR kering, tebal dan mudah berdarah, air liur berlebihan atau MULUT BERBAU.
  4. Sering MUAL, MUNTAH, sering NYERI PERUT ringan dan hilang timbul,

Bila anak anda mengalami gangguan kenaikkan berat badan yang berlangsung kama dan mengalama beberata tanda dan gejala hipersensitif saluran cerna di atas maka patut dicurigai kemungkinan besar penyebab gangguan kenaikkan BB adalah makanan tidak adekuat yang disebabkan karena hipersensitif makanan. Penanganan utama kasus seperti ini adalah mencari penyebab gangguan hipersensitif saluran cerna tersebut. Karena saat anak makannya terganggu selalu disertai gangguan fungsi saluran cerna. Saat dilakukan eliminasi dan provokasi makanan dengan melakukan penghindaran jenis makanan tertentu dalam 3 minggu maka penyebab gangguan hipersensitif saluran ternyata sebagian besar anak membaik gangguan saluran cernanya diikuti dengan perbaikan nafsu makan lebih konsisten dan disertai kenaikkan BB.

Seringkali orangtua bahkan dokter tidak pernah mengenali dan mengamati masalah utama yang paling sering menjadi penyebab tersebut. Tetapi sudah memikirkan hal yang lebih jauh seperti ISK, Infeksi TB paru dan gangguan hormonal. Sayangnya dalam praktek sehari hari dokter lebih mementingkan mencari penyebab yang sangat jarang itu dengan melakukan berbagai pemeriksaan laboratorium yang invasif dan mahal, tetapi mengabaikan penyebab utama gangguan fungsi saluran cerna anak yang sering dialami.

Kita boleh curiga hal lain sebagai penyebab bila dilakukan eliminasi provokasi makanan melalui pengawasan dokter ahli tetapi gangguan tersebut tidak membaik.

https://youtu.be/xjKFFfoxTw4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s