Pencegahan Anak Berperawakan Pendek dan Stunting

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan anak. Perawakan pendek atau stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi. Orang tua merupakan pihak yang sangat berperan dalam menentukan status nutrisi anak sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui seputar perawakan pendek pada anak.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang seharusnya selalu dipantau pada setiap kunjungan ke dokter. Pemantauan pertumbuhan anak biasanya dilakukan dengan memplot berat badan dan tinggi badan ke dalam suatu kurva pertumbuhan. Seorang anak dikatakan pendek jika tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurve standar pertumbuhan anak WHO.

STUNTING DAN PENDEK

  • Stunting dan perawakan pendek berbeda. Stunting itu pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Selain kurangnya gizi, infeksi berulang dan penyakit kronis menjadi penyebab stunting.
  • Anak dikatakan stunting saat berusia 0-5 tahun dengan tinggi badan hanya sekitar 8,5-11,75 cm, di mana tinggi ini dibawah rata-rata normal anak seusianya. Sedangkan penyebab anak tumbuh pendek, umumnya berhubungan dengan genetik atau masalah hormon.
  • Hampir 40% atau 4 dari 10 anak Indonesia tumbuh pendek. Ini berbahaya bila anak tumbuh pendek.
  • Pada dasarnya, asupan nutrisi yang didapat anak memiliki pengaruh yang besar saat 1000 hari pertama kehidupan. Selanjutnya, pertumbuhan anak diambil alih oleh faktor hormon.

Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, perawakan pendek juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Pada periode seribu hari pertama kehidupan ini, sangat penting untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dan tentu saja pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Para orangtua memiliki kewajiban untuk memperhatikan setiap fase pertumbuhan anaknya. Kenapa? Karena Indonesia memiliki target Suistainable Development Goals di tahun 2030 yang tujuannya adalah menurunkan penderita stunting dan anak pendek.

Sementara, hingga saat ini masalah hormon yang menyebabkan anak bertumbuh pendek belum mendapat kesadaran yang cukup. Tercatat angka kejadian defisiensi hormon pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 1:4000 sampai 1:10.000 anak.

wp-1557537708488..jpg

Pencegahan

Upaya tindakan antisipasi perawakan pendek sebaiknya dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.

Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu -setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan

  • setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
  • setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
  • setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun
  • Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai
  • Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.

sumber: IDAI

wp-1521623082375..jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s