Pemberian MPASI dengan cara yang benar (responsive feeding)

Pemberian MPASI dengan cara yang benar (responsive feeding)

Pada tahun pertama, bayi dan orangtua belajar saling mengenali dan menginterpretasi bahasa komunikasi verbal dan non-verbal antar mereka. Proses yang bersifat timbal-balik ini membentuk dasar untuk ikatan atau perlekatan emosional antara  bayi  dan orangtua yang sangat penting bagi perkembangan fungsi sosial-emosional yang sehat.

Bayi akan menunjukkan tanda lapar dan kenyang dengan bahasa tubuhnya (feeding cue). Jika ibu memperhatikan feeding cue dari bayinya dan memberikan ASI sesuai dengan tanda- tanda tersebut maka akan tercipta suatu jadwal makan yang paling sesuai untuk bayi tersebut yang berbeda dengan bayi lain. Hal ini memudahkan jika sampai saatnya memberikan MPASI, maka jadwal MPASI tersebut menggantikan beberapa jadwal ASI sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih. Contoh jadwal makan untuk bayi dan anak dapat dilihat padaMengingat kapasitas lambung bayi masih relatif kecil maka frekuensi pemberian MPASI ditingkatkan secara bertahap. Peningkatan ini sekaligus untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi lainnya yang semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia anak. Pada usia 6-8 bulan diberikan 2-3 kali per hari, ditingkatkan menjadi 3-4 kali per hari pada usia 9-24 bulan. Di antara waktu makan apabila diperlukan bisa diberikan tambahan makanan selingan 1-2 kali sesuai dengan kemampuan si anak.

Pada akhirnya akan terjadi proses penyapihan ASI menjadi makanan keluarga yang mulus tanpa masalah. Sikap ibu/ pengasuh yang tanggap terhadap tanda ini disebut responsive feeding. Responsive feeding menurut WHO mencakup:

    • Pemberian makan   langsung   kepada   bayi   oleh   pengasuh dan pendampingan untuk anak yang lebih tua yang makan sendiri
    • Peka terhadap tanda lapar dan kenyang yang ditunjukkan bayi / batita
    • Berikan makanan secara perlahan dan sabar
    • Dorong anak untuk makan tanpa adanya
    • Mencoba berbagai kombinasi makanan, rasa, tekstur serta  cara agar anak mau bila anak menolak banyak macam makanan.
    • Sesedikit mungkin distraktor selama makan bila anakmudah kehillangan perhatian sewaktu makan.
    • Waktu makan merupakan periode pembelajaran, pemberian kasih sayang termasuk berbicara kepada anak disertai kontak

Banyak laporan dan penelitian tentang pentingnya penerapan responsive feeding dalam pemberian makan pada bayi dan anak. Perilaku responsif pada pemberian makan masih sangat rendah di beberapa negara dan diduga berkontribusi terhadap kejadian malnutrisi. Responsive feeding dapat meningkatkan kemampuan self-feeding anak dan respons terhadap bahasa verbal ibu. Penelitian lain menunjukkan perkembangan anak menjadi lebih baik termasuk bahasa dan juga lebih pintar makan (mouthful eaten). Beberapa penelitian menganjurkan untuk memasukkan responsive feeding ke dalam kebijakan program peningkatan nutrisi anak.

Tujuan akhir praktik pemberian makan pada anak adalah melatih anak untuk mengonsumsi makanan keluarga dan makan sendiri (self feeding). Selain itu melatih anak untuk berperilaku makan yang baik, disiplin, dan dapat menghargai makanan dan waktu makan.

Rekomendasi

  • 3a. Makanan Pendamping ASI mulai diberikan pada usia 6 bulan, namun bila ASI tidak mencukupi maka MPASI dapat diberikan paling dini pada usia 4 bulan (17 minggu) dengan menilai kesiapan oromotor seorang bayi untuk menerima makanan padat
  • 3b. Makanan Pendamping ASI tidak boleh diberikan lebih lambat dari usia 6 bulan (27 minggu) karena setelah usia 6 bulan ASI eksklusif sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi
  • 3c. Makanan Pendamping ASI secara kualitas dan kuantitas harus memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sesuai usia
  • 3d. Penyiapan, penyajian, dan pemberian MPASI harus dilakukan dengan cara higienis
  • 3e. Garam dapat ditambahkan pada MPASI untuk menjamin perkembangan khasanah rasa pada bayi, namun dengan mempertimbangkan fungsi ginjal yang belum sempurna
  • 3f. Jumlah garam yang dapat diberikan mengacu pada rekomendasi asupan harian natrium
  • 3g. Gula dapat ditambahkan pada MPASI untuk mendukung perkembangan khasanah rasa pada bayi
  • 3h. Jumlah gula yang ditambahkan pada MPASI mengacu pada rekomendasi Codex Standard for Processes Cereal-based Foods for Infants and Young Children, Codex Alimentarius Stan 074-1981 Rev. 1-2006
  • 3i. Hindari makanan yang mengandung nitrat pada bayi di bawah usia 6 bulan
  • 3j. Pemberian makan pada bayi dan batita harus mengikuti kaidah
    responsive feeding
  • 3k. Kaidah responsive feeding perlu disosialisasikan pada tenaga kesehatan dan orangtua

sumber: rekomendasi IDAI

wp-1557581115928..jpg

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s