Kenali Gangguan Saluran Cerna Penyebab Anak Sulit Makan dan Kurus

Kenali Gangguan Saluran Cerna Penyebab Anak Sulit Makan dan Kurus

Hipersensitif saluran cerna ini biasanya hanya merupakan gangguan fungsional dan selama ini dianggap normal. Tetapi ternyata bila dicermati gangguan ini sering menyebabkan berbagai hal yang sangat mengganggu yang tidak disadari. Gangguan tersebut bisa beruba gangguan pertumbuhan berat badan, gangguan sulit makan, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya. Gangguan fungsi saluran cerna ini bukan gangguan organik sehingga bila dilakukan pemeriksaan USG, CT Scan, endoskopi atau pemeriksaan penunjang lainnya pada umumnya normal. Gangguan ii sering etrjadi pada penderita alergi, gangguan intoleransi makanan, penyakit celiac  dan hipersensitif saluran cerna  lainnya

Tanda dan Gejala Hipersensitif Saluran Cerna

Pada Bayi :

  • Gastrooesepageal Refluks, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”,
  • Sering Hiccup atau cegukan
  • Buang angin keras dan sering
  • Sering rewel gelisah atau kolik menagis berkepanjangan dan menangis keras melengkin lebih dari 15 menit. Biasanya terjadi karena perutnya tidak nyaman atau sakit. Keluhan ini timbul terutama mulai sore hari hingga malam hari dan puncaknya saat dini hari atau saat subuh. Nyeri perut atau malam gelisah ini biasanya akan berkurang setelah usia 3 bulan
  • BAB lebih 3 kali perhari, feses cair, terdapat seperti biji cabe, sering berak sedikit sedikit tapi sering
  • BAB tidak tiap hari, Feses warna hijau,hitam dan berbau, disertai ngeden
  • Sering “ngeden. Biasanya disertai Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis atau hidrokel.
  • Air liur berlebihan.
  • Mulut sensitif: Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Lidah atau mulut sering timbul putih, bibir kering dan kadang kehitaman sebagian. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru.
  • Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut

Pada Anak dan Dewasa : Pada usia anak keluhan muntah semakin berkurang tetapi masih sering mengalami mudah muntah bila menangis, berlari atau makan banyak atau bila naik kendaran bermotor, pesawat atau kapal. Sering mengalami MUAL pagi hari bila hendak gosok gigi atau sedang disuap makanan.Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering GLEGEKAN, sering KEMBUNG, sering buang angin dan buang angin bau tajam. Sering NYERI PERUT. Pada penderita dewasa sering megalami gejala penyakit “Maag”, dyspepsia atau Iritable Bowel Syndrome

Dampak Gangguan Yang Sering Menyertai

  • Gangguan Alergi lainnya Mengalami gangguan alergi seperti hidung buntu, sesak, dermatitis gangguan kulit. THT: Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip,epitaksis, salam alergi, rabbit nose, nasalcreases Tenggorok : tenggorokan nyeri/kering/gatal, palatum gatal, suaraparau/serak, batuk pendek (berdehem), Telinga: telinga terasa penuh/bergemuruh/berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul, terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.
  • KESULITAN MAKAN dan  BERAT BADAN SULIT NAIK Pada anak dengan gangguan fungsi saluran cerna sering mengalami kesulitan makan dan berat badan sulit naik terutama setelah usia 4- 6 bulan. Hal ini terjadi karena pada saat usia tersebut mulai diberi makanan tambahan baru. Bila terdapat makan yang tidak cocok terjadi reaksi simpang makanan mengakibatkan sensitif saluran cerna. Bila hal ini terjadi maka gangguan sulit makan dan berat badan tidak naik mulait terjadi
  • DAYA TAHAN TUBUH MENURUN : mudah terkena infeksi batuk, [pilek, demam berulang dan berkepanjangan . Sebagian dokter mengistilahkan BKB (Batuk Kronis Berulang) atau pertusis like. Dalam keadaan seperti ini sebaiknya tidak perlu terburu-buru minum antibiotika karena penyebab paling sering adalah nfeksi virus yang akan sembuh sendiri dalam 5 hari Karena sering sakit berakibat Otalgia (nyeri telinga), Otitis media (infeksi telinga, sinusitis, polip, Tonsilitis kronis (amandel membesar) Dalam keadaan tertentu sebaiknya hindari operasi amandel yang tidak perlu
  • OVERDIAGNOSIS TUBERKULOSIS (TB) pada anak dengan sensitif saluran cerna sering mengalami sulit makan, gangguan kenaikkan berat badan dan mudah sakit. Beberapa manifestasi tersebut sering mirip gejala penyakit TB (bahasa awam flrks) seheingga mengalami overdiagnosis dan overtreatment TB. Minum obat jangka panjang TB padahal tidak menderita penyakit tersebut. Hal ini sering terjadi karena gejala TB mirip berbagai penyakit lainnya
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membenturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll. Tidak bisa diam bergerak terus.
  • GANGGUAN TIDUR MALAM : tidur larut malam bolak-balik ujung ke ujung,“nungging”, berbicara, tertawa,berteriak saat tidur, sering terbangun duduk saat tidur,mimpi buruk, “beradu gigi”(bruxism)
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: Cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, Tapi anak sangat cerdas
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak, berjalan dan melompat. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”, ”pincang” sesaat
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (silau), raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik)
  • GANGGUAN ORAL MOTOR : Terlambat bicara, bicara terburu-buru, cadel, gagap. Gangguan mengunyah dan menelan , tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain
  • Memperberat gejala AUTIS, ADD dan ADHD
  • SUSUNAN SARAF PUSAT : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).

Gangguan Saluran Cerna dan Sulit Makan

  • Tampaknya 1 di antaranya 3 manusia sehat mengalami hipersensitif saluran cerna. Hal ini akan lebih sering lagi pada anak usia di bawah 5 tahun mungkin sekitar 30-40% anak mengalami hipersensitifitas saluran cerna. Karena sebagian besar pada anak terjadi imaturitas atau ketidak matangan saluran cerna. Biasanya gangguan ini lebih mengganggu pada usia di bawah 5-7 tahun
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna sering di anggap normal dan sering diistilahkan berbagai hal oleh para dokter seperti Gastrooesephageal Refluks, Dispepsi, Stomach Discomfort, gejala maag, kekurangan enzim, penyerapan tidak bagus, alergi susu, alergi makanan
  • Gangguan hipersensitif saluran cerna ini sering didiagnosis berlebihan seperti alergi susu sapi, amuba, disentri, penyakit Hisrchprung, usus buntu atau berbagai gangguan lainya
    Kesulitan makan sering disertai gangguan proses makan di mulut. Gangguan proses makan di mulut yang paling sering terjadi adalah gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis gangguan mengunyah adalah keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1,5 tahun, tidak bisa makan sayur, daging sapi (empal) atau sayur berserat seperti kangkung. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, mengunyah dan menelan. Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan dimulut, menggigit, mengunyah dan menelan. Ketrampilan dan kemampuan sistem pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperanan alam proses makan tersebut. Pergerakan morik tersebut berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan motorik mulut ini juga sering disertai oleh  gangguan tergigit sendiri bagian bibir atau lidah secara tidak sengaja. Gerakan motorik kasar di sekitar mulut tersebut sangat dipengaruhi oleh susunan saraf pusat. Gangguan susunan saraf pusat tersebut dapat mulai dari yang ringan hingga yang berat.    Gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi, gangguan neurologis, penderita Autism, ADHD, ADD, dan gangguan perilaku lainnya.
  • Gangguan psikologis  dahulu dianggap sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak. Tampaknya hal ini terjadi karena kesulitan dalam menemukan penyebab kesulitan makan pada anak maka gangguan psikologis dianggap sebagai diagnosis keranjang sampah. Untuk memastikan gangguan psikologis sebagai penyebab utama kesulitan makan pada anak harus dipastikan tidak adanya kelainan fengsi organik pada anak.
  • Gangguan fungsi pencernaan kronis pada anak tampaknya sebagai penyebab paling penting dalam kesulitan makan. Gangguan fungsi saluran cerna kronis yang terjadi seperti alergi makanan, intoleransi makanan, penyakit coeliac dan sebagainya. Reaksi simpang makanan tersebut tampaknya sebagai  penyebab utama gangguan-gangguan tersebut. Hal ini bisa dilihat dengan timbulnya permasalahan kesulitan makan ini terbanyak saat usia di atas 6 bulan ketika mulai diperkenalkannya variasi makanan tambahan baru.
  • Dilakukan pendekatan diet terhadap 218  penderita melakukan rawat jalan sejak tanggal 1 April 2005 hingga 31 Desember 2005. Pendekatan diet adalah menghindari makanan yang berpotensi terjadi reaksi simpang makanan seperti alergi, intoleransi, celiac dan reaksi simpang makanan lainnya selama 3 minggu. Dilakukan pengamatan secara anamnesa dan pemeriksaan klinis langsung pada penderita pada minggu pertama, kedua dan ketiga terhadap gangguan saluran cerna, kesulitan makan dan gangguan perilaku yang menyertai.
  • Penelitian yang dilakukan di Picky Eater Clinic Jakarta menunjukkan,  setelah dilakukan penghindaran makanan tertentu pada 218 anak dengan kesulitan makan  dengan gangguan intoleransi makanan, alergi makanan, penyakit coeliac, Setelah dilakukan penghindaran makanan selama 3 minggu, tampak perbaikan kesulitan makan sejumlah 78% pada minggu pertama, 92% pada minggu ke dua dan 96% pada minggu ketiga. Gangguan saluran cerna juga tampak membaik sekitar 84% dan 94% penderita antara minggu pertama dan ketiga. Tetapi perbaikan gangguan mengunyah dan menelan hanya bisa diperbaiki sekitar 30%.
  • Pendekatan diet tersebut juga dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis. Dengan menghindari beberapa makanan tertentu bila terdapat perbaikan klinis dalam 1 minggu, maka bisa disingkirkan banyak diagnosis banding yang ada. Tanpa harus melakukan pemeriksaan yang banyak, invasif  dan mahal kita bisa menegakkan diagnosis sementara yanitu gangguan fungsi saluran cerna. Bila tidak ada perbaikkan dalam 1 minggu, harus dievaluasi apakah pendekatan diet sudah dilakukan secara benar. Bila caranya sudah dilakukan benar dan tidak ada perbaikkan, maka mungkin diperlukan pemeriksaan penunjang lainnya.
  • Penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu menstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup  balon atau harmonika.
  • Pemberian vitamin tertentu  sering diberikan pada kasus kesulitan makan pada anak. Tindakan ini bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah, bila tidak disertai dengan mencari  penyebabnya. Kadangkala pemberian vitamin justru menutupi penyebab gangguan tersebut, kalau penyebabnya tidak tertangani tuntas maka keluhan tersebut terus berulang. Bila penyebabnya tidak segera terdeteksi maka anak akan tergantung dengan pemberian vitamin tersebut, padahal bila kita tidak waspada terdapat beberapa akibat dari pemberian obat-obatan dan vitamin dalam jangka waktu yang lama.
  • Selain mengatasi penyebab kesulitan makan sesuai dengan penyebab, harus ditunjang dengan cara pemberian makan yang sesuai untuk anak dengan kesulitan makan pada anak. Karena anak dengan gangguan makan kebiasaan dan perilaku makannya berbeda dengan anak yang sehat lainnya. Kesulitan makan disertai gangguan fungsi saluran cerna  biasanya terjadi jangka panjang, dan sebagian akan berkurang pada usia tertentu. Gangguan alergi makanan akan membaik setelah usia setelah usia 5-7 tahun. Tetapi pada kasus penyakit coeliac atau intoleransi makanan terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan tidak sedikit yang terjadi hingga dewasa.

Kumpulan Artikel dr Widodo Judarwanto, pediatrician Lainnya

.

 

www.pickyeatersclinic.com

 

supported by

 

PICKY EATERS AND GROW UP CLINIC (Klinik Khusus Kesulitan Makan dan Gangguan Berat Badan)  GRoW UP CLINIC JAKARTAYudhasmara Foundation  GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, phone (021) 44466103 – 97730777 email : judarwanto@gmail.com narulita_md@yahoo.com http://pickyeatersclinic.com

 

WORKING TOGETHER SUPPORT TO THE HEALTH OF ALL BY CLINICAL, RESEARCH AND EDUCATIONS. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

 

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Twitter: @WidoJudarwanto http://www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Dr Widodo judarwanto, Pediatrician

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

 

 

Copyright © 2013, Picky Eaters and Grow Up Clinic, Information Education Network. All rights reserved

2 thoughts on “Kenali Gangguan Saluran Cerna Penyebab Anak Sulit Makan dan Kurus

  1. Saya. Sering mengalami BAB, encer. Umur saya 2 tahun. Susu yg saya Minum Dancow nutrigold 3. Kira2 apa yg harus saya lakukan?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s